KINASIH
"Halo, Sayang. Kamu sibuk ya? Ini aku bawain makan siang biar kamu nggak perlu jajan di luar."
Siska melangkah masuk dengan tas bekal di tangan. Senyumnya merekah, seakan melupakan kejadian tempo hari yang membuat dia menangis semalaman. Namun, rasa cintanya terlalu besar pada sosok pria itu. Pria yang satu tahun belakangan telah memenuhi otak dan hatinya. Meskipun dia tahu, cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Tapi Siska pantang menyerah, bahkan berani membahas pernikahan dengan kedua orang tuanya tanpa sepengetahuan pria tersebut.
Hot Chapters