Kekasih Tuan Muda
“Kita saling cinta, ‘kan?”
Kennan bergeming. Selama belasan tahun lalu, jika Kennan ditanya cinta kah, maka akan secepat kilat ia menjawab iya. Begitu mantap tanpa keraguan. Namun kini, belah bibir Kennan sudah terkunci rapat. Enggan terbuka sedikit pun.
“Aku ingin kita bersama Ken.” Wilona kembali membuka dan mempertanyakan tentang perasaannya.
“Aku sayang kamu, Ken. Tidak ... tidak ... bukan sekadar sayang tapi cinta.” Wilona merintih, menundukkan kepala, membiarkan setitik air mata lolos. “Aku bodoh karena baru sadar sekarang.”