Ya, semenjak daddy Rayhan meyakinkan Rafael kalau Alice berada di London, Rafael sudah mulai berani meninggalkan Kirei di rumah meski hanya sebentar.
“Kirei.” Kirei menoleh namun tidak berkata apa-apa, malah fokus meminum susu hangat yang baru dibuatnya.
“Sepertinya dalam waktu dekat ini kita harus
kembali ke Jakarta.”
Alis Kirei terangkat kaget. Kalimat ‘
kembali ke Jakarta’ sama sekali tidak pernah ada di dalam benak Kirei. Karena Jakarta mengingatkan Kirei pada masa kelamnya. Pada mamanya. Pada kesedihannya. Setidaknya selama tinggal di Sydney meski sedih tapi Kirei masih mendapat suasana baru. Beda halnya jika
Hot Chapters