Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JODOH-JODOH DARI TUHAN

JODOH-JODOH DARI TUHAN

tanya Mayang sambil membuka kerudungnya. Pertanyaan yang membuat Hamid kembali membuka matanya. Pria itu tertegun demi melihat wanita yang masih berdiri tidak jauh dari tempat tidur. Mayang menggunakan baju terusan panjang, berbahan satin bewarna peach. Meskipun baju itu panjang, namun tidak memiliki lengan dengan ukuran begitu pas di badan Mayang. Sehingga saat gadis itu membuka kerudungnya, maka tampaklah baju itu menempel dan menapakkan lekuk tubuhnya.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Kidung Mayit

Kidung Mayit

Syuttt! Tiba-tiba horden tersibak dan dari luar jendela berdiri seorang wanita cantik dengan rambut terurai, memakai mahkota dan kemben berwarna merah dengan manik-manik seperti emas, beserta kain jarik yang melilit di pinggang. Widyawati menatap dengan senyum yang tertimbang, seolah menyambut kedatangan wanita misterius yang tidak tahu dari mana datangnya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Disangka Anak Magang, Suamiku Ternyata Bos Besar

Disangka Anak Magang, Suamiku Ternyata Bos Besar

Kata-kata tersebut seperti petir yang menggelegar, membuat Rangga mendidih dalam amarah dan Febby menitikkan air mata pilu. "Mama heran, apa sebenarnya yang ada dalam otakmu? Apa yang bisa kamu harapkan dari laki-laki miskin seperti dia, dan sekarang kamu malah hamil, membuat segalanya menjadi semakin rumit!" lanjut Mayang, suaranya tinggi, penuh kemarahan, menunjukkan rasa benci yang dalam terhadap Rangga. Pokoknya, segala sesuatu yang berhubungan dengan Rangga dianggap sebagai kutukan oleh Mayang.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 786 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas! (Bukan Istri Idaman)

Aku Mundur, Mas! (Bukan Istri Idaman)

ujar Bu Mayang. Mayra pun ditinggal Bu Mayang sendirian di kantornya, karena dia mau melihat pekerjaan karyawan di bawah. Mayra memilih tidak ikut karena dia sedang memikirkan sebuah design baju yang tiba-tiba tercetus dalam otaknya. "May, jam berapa kamu mau jemout si kembar?" tanya Bu Mayang pada Mayra yang sedang asik menggambar di ipadnya. "Ah iya May jemput kembar dulu ya Ma," ujar Mayra sembari mengambil kunci mobil milik sang mama yang tergeletak di meja.
1017.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
My Hot Boss

My Hot Boss

ucap wanita dengan balutan mini dress yang ketat itu sambil melingkarkan kedua lengannya dengan manja di leher Adam. “Mayang, apa-apaan kau ini?” ucap Adam sangat geram. “Adam, kau tahu kenapa… aku menganggur dua malam ini, ayolah… aku punya koleksi lingerie terbaru untukmu,” ucap Mayang sambil berusaha meraih bibir Adam. Menyadari jika kini Adam sibuk dengan wanita bernama Mayang itu, kesempatan pun tak disia-siakan Fanny untuk bisa melepaskan dirinya dari tangan Adam.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Perempuan Bersuami Dua (Mak Bayah)

Perempuan Bersuami Dua (Mak Bayah)

perempuan tadi hanya menggelengkan kepala. “Nanti juga kamu akan tahu, sebaiknya sering-seringlah kamu awasi calon suamimu itu, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untukmu dan bisa kembali ke kota dengan aman,” tukasnya kemudian berlalu begitu saja. Raya hanya bisa melongo memperhatikan perempuan kampung berwajah manis tadi, timbul tanya dalam hatinya, apa benar yang dikatakan perempuan bergigi gingsul tadi?
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Sosok Perempuan yang Mengikutiku

Sosok Perempuan yang Mengikutiku

Rasa curiga dan ketidakpastian menggelayuti pikiranku, seolah ada jurang yang memisahkan kami, dan aku tak tahu bagaimana cara menjembatani kesenjangan itu. Sampai akhirnya, aku benar-benar berada di batas kesabaranku. Pagi itu, saat membuka media sosial, aku melihat Naufal berkomentar di akun banyak perempuan. Dia memuji mereka cantik, memberikan pujian yang membuatku merasa sakit hati. Rasa cemburu dan amarah menggelora dalam diriku. Dengan berapi-api, aku memutuskan untuk menegur perempuan itu. “Seharusnya kamu tidak perlu merespon suami orang seperti itu! Itu tidak pantas!” kataku, mengetik pesan itu dengan penuh emosi.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Perempuan Terlarang

Perempuan Terlarang

Jakarta, 3 tahun yang lalu. Seorang wanita sedang duduk sendiri di bangku berwarna putih di sebuah taman berbunga. Wanita yang mengenakan gaun potongan A-line warna putih dengan rambut hitam sebahu tergerai itu tampak sedang memegang boneka teddy bear warna coklat yang ia pakaikan jas pengantin warna biru gelap. Sambil tersenyum, wanita cantik nan anggun itu membelai dengan lembut sang teddy bear dan berkata, "Jika sang waktu memang mengizinkan kau dan aku bersatu, maka aku pasti akan menjadi mempelai wanita yang paling bahagia di seluruh penjuru dunia. Dan hingga saat itu tiba, aku akan selalu berada di sisimu, menjadi dinding sandaran bagimu dan menjadi alas sebagai penghilang lelahmu."
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Pernah Kau Buang

Wanita Yang Pernah Kau Buang

ucap Satria yang merasa bersalah menganggu waktu tidur mertuanya. Anisa dan Satria kini duduk bersama di teras rumah Pak Andi, apalagi didepannya ada rujak mangga muda yang mana Satria habis memetiknya langsung dari pohon. Ia rela di kerubuti semut demi mendapatkan mangga keinginan sang istri. Belum lagi permintaan aneh sang istri yang meminta Nenek Iroh membuatkan bumbu rujaknya. Tentu semua warga tahu siapa nenek Iroh, nenek Iroh sendiri terkenal galak dan juga judes, wanita sepuh yang tinggal berdua dengan cucunya.
11.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Perempuan Itu Lagi Siang ini cuaca begitu cerah seperti menggambarkan hati yang teramat bahagia. Rafan sudah pergi bekerja sejak tadi, hari ini aku berniat mengunjungi rumah Mei sambil membawa buah yang dibawa Ibu kemarin. Nayyara Dress membuat penampilanku lebih terlihat elegant. Baru saja mengunci gerbang, panggilan dari Diva sudah memekakkan telinga. Aku menoleh dan melihatnya menghampiriku. “Kamu mau ke mana?”
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status