Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Baraka pun masih merasa asing, karenanya ia menyimak jawaban perempuan itu ketika Janda Keramat bertanya dengan nada menyentak, "Siapa kau dan ada urusan apa tahu-tahu menyerangku, hah!" "Kau lupa padaku, Hapsari? Perhatikan baik-baik, kenanglah masa tujuh tahun yang lalu kala kita berebut Kembang Ayu Abadi!" Suara perempuan itu penuh wibawa. Janda Keramat memperhatikan sambil mengenang masa lalunya. Tapi ketika ia ingat Kembang Ayu Abadi sebagai bunga berkhasiat bikin awet muda dan awet cantik sepanjang masa, Janda Keramat pun segera kenali perempuan itu.
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Kembang tujuh rupa yang mereka bawa kini Gema di salah satu kresek hitam kini diambil oleh kedua tangannya, dan dengan sigap dia melemparkan kembang tujuh rupa itu ke udara. Kembang tujuh rupa yang terdiri dari Bunga Melati, Cempaka Putih, Mawar Merah, Mawar Putih, Sedap malam, Kenanga, serta Bunga melati gambir yang mereka dapatkan dengan susah payah kini beterbangan ke atas sana. Hingga, ketika Gema tepat melemparkan kembang tujuh rupa itu, hal aneh kembali terjadi.
10126.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai kembang mayang perempuan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Janda Kembang

Janda Kembang

"Iya, kamu harus tegas pada mereka Saras, kamu tahu sendiri bila orang-orang desa suka dengan gosip murahan." "Baik Nyonya aku akan beli mobil itu, soalnya aku berencana untuk berdagang mangga saat musim mangga dan berdagang pisang untuk aku jual ke Surabaya." "Woow, itu terobosan yang bagus, sebagai seorang wanita kamu sangat pemberani dan juga ulet saat berdagang, aku suka semangatmu." "Terima kasih Nyah!" "Kalau butuh bantuanku, bilang aja ya!"
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
AKIBAT PELIT PADA ANAK ISTRI

AKIBAT PELIT PADA ANAK ISTRI

Mbak Uni ikut berkomentar sambil meringis kecil. "Ibu-ibu pada percaya omongan perempuan itu, Mbak?" tanyaku singkat masih sambil memilah-milah kristal sesuai warnanya. "Biasalah namanya banyak orang, Mbak. Ada yang percaya ada juga yang nggak. Tapi mbak tenang aja nanti kalau perempuan itu datang lagi, aku bakal komporin balik biar dia kepanasan. Orang seperti itu biasanya cuma iri dengan kesuksesan atau kebahagiaan orang lain aja kok. Biasalah, Mbak. Seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin menerjang," ucap Mbak Mayang kemudian.
9.7334.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.4K kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
KETIKA ISTRI DIMADU

KETIKA ISTRI DIMADU

Atau memakai dres di atas lutut dengan bagian depan terbuka lama-lama membuat Bambang tergoda. Ibarat bunga, Mayang sedang mekar-mekarnya. Membuat mata yang memandang pasti tergiur untuk menyentuhnya. Kulit kuning langsat, tubuh yang berisi makin membuat Bambang tak tahan menahan hasrat.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

Langkah itu cepat, penuh emosi, dan tidak asing. “INDIRA!” Suara itu keras. Tajam. Membelah keramaian sore. Indira tersentak. Bara dan Dewa langsung berdiri hampir bersamaan. Semua mata di sekitar menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita berambut pendek dengan riasan tebal melangkah mendekat. Wajahnya merah padam, matanya menyala marah. “Apa-apaan ini, Indira?!” teriak Mayang tanpa peduli orang-orang di sekitar. “Ulang tahun cucu-cucu saya, kamu rayakan DI SINI, tapi saya bahkan nggak dikabarin?!”
9.8330.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
(Bukan) Istri Pilihan

(Bukan) Istri Pilihan

"Laki-laki apa perempuan?" Anastasya tersenyum. "Nanti saja biar jadi surprise." "Okelah, aku pamit ya." Mayang bangkit berdiri. "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Anastasya mengantarkan Mayang ke depan hingga wanita itu pergi.
10167.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai kembang mayang perempuan
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Endah Ariyani
Terima kasih kak Lis sudah buat karya sebagus ini, semangat terus updatenya yaa kak......... karya kakak emang selalu bagus semua tapi paling bagus menurut saya tetap Sabda Senja... kalau Anastasya ini belum terbaca cerita nya akan seperti apa,balik sama Yoshi atau menemukan cinta yang baru ...
sari
Aku suka banget semua novel karya mbak lis.. baru kali ini aku suka dgn novel 1 pengarang cerita.. Awalnya 1 novel menarik, kedua menarik, selanjutnya nyambung lg.. Aku suka cerita novel mbak lis banyak menceritakan perempuan2 tanggung.. Terus berkarya mbak lis..ditunggu cerita2 menariknya..🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Perempuan di bawahnya… rambut panjang terurai, pipi masih bersemu merah, kemudian menoleh dengan napas memburu. Maisaroh. Janda Kembang berusia dua puluh delapan tahun. Sosok yang selama ini Ujang pandang dengan kagum dari jauh... selalu berdandan rapi, suara lembut, senyum teduh setiap kali lewat di depan rumahnya. “Mbak… Mai…” Suara Ujang tercekat, campur aduk antara syok dan… entah apa lagi. Hatinya seperti dihempaskan dengan kencang ke atas tanah melihat wanita pujaannya menjadi mainan Juragan kaya di desanya.
1018.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
ISTRIKU SERING MENANGIS

ISTRIKU SERING MENANGIS

Pov Rindu Mbak Mayang memang sedikit lemah dalam hal ini, ia bukan pemberontak. Mbak Mayang memang hanya mampir menangis jika ada masalah, dan ditelan sendiri di batinnya. Cerita pun hanya sekadar cerita, kadang ia melarang yang diceritakan untuk bicara. Itulah Mbak Mayang yang kukenal. "Bu, hati-hati di jalan, terima kasih banyak, ya," sahutku pelan. Aku harus terlihat elegan dan lembut.
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Perempuan Kedua

Perempuan Kedua

Yumna mencoba mengalihkan pembicaraan. Wanita cantik yang sedang hamil tua itu sadar, karena ucapannya barusan membuat suasana di meja makan menjadi tidak enak. Meskipun hatinya sedang dilanda kegalauan, Yumna tetap makan dengan lahap seperti biasanya, ia tak ingin anak dalam kandungannya terkena dampak buruk karena ia tidak mau makan. Mereka pun menikmati makanan masing-masing tanpa berbicara hingga makanan itu habis. "Mas Haikal, mendadak aku ingin mangga muda. Apa aku boleh minta tolong kamu belikan aku mangga muda?"
332 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai kembang mayang perempuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status