Perempuan Yang Merebut Suamiku
ucap ibu sambil berlalu.
Tak berselang lama ibu keluar sambil membawakan teh untuk kami.
"Silahkan diminum dulu, Nak."
"Iya, terima kasih, Bu."
Mas Farid menyesap teh buatan ibu.
"Begini, bu, mbak, kepala kantor cabang tempat saya bekerja, beliau mau pesan bunga buatan mbak. Beliau minta dibuatkan standing flower dengan bentuk bunga mawar warna pink yang ada lampunya, biar bisa nyala kalau malam, katanya biar bisa dijadikan lampu tidur juga. Terus satu lagi beliau juga pesan bunga sudut ruangan yang bentuknya bulat-bulat mirip bola gitu lho mbak. Kira-kira gimana mbak, bisa?" tanya Mas Farid.
Hot Chapters