Kukembalikan Seserahan Calon Suamiku
"Jangan dipaksakan, nanti kamu bisa sakit. Sekarang istirahat aja, ya. Sini Mas pijit dulu kakinya. Pasti kamu capek habis bepergian tadi."
Ia tak menolak saat kupinta ia menaikkan kaki.
"Sayang, kaki kamu, kok beda, ya?"
Aku mengernyit keheranan saat melihat kedua kakinya yang terlihat lebih besar dari ukuran normal.
Agak ragu, kutekan tengah-tengah punggung kakinya perlahan dengan telunjuk.
Dahiku mengernyit, melihat bekas telunjukku tak segera kembali ke posisi awal. Kenapa dengan kakimu, Husna?
الفصول الرائجة