Tentang Harapan
Tangannya melambai pelan, begitu saja meninggalkan Kenzo yang termenung dengan wajah memerah menahan senyum.
Sepeninggalnya Jihan yang sudah ke kasir. Kenzo tertawa, senang karena merasa gemas, ketika ada seseorang yang memanggilnya dengan sebutan yang berbeda.
“Jihan, apa mungkin kamu orang yang memang di takdirkan untuk mengukir kenangan di kisah percintaan pertama aku?” Kenzo menendang angin. “Sialan, gue kok baper.”
Lelaki dua puluh empat tahun itu membuatnya brutal. “Dih, pede banget kalau dia calon pacar pertama lo nanti. Kenzo, Kenzo.”
Bab Populer