Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Keris Darah Candramaya

Keris Darah Candramaya

pria itu terkekeh saking girangnya. Sang ketua yang bernama Barja memicingkan matanya, mata elangnya tertuju pada buntelan yang ada di punggung pria berkumis itu. "Buntelan apa yang dia bawa? Cepat ambil! Siapa tahu berharga," perintahnya. Jantung Kebo Ireng Berdebar hebat. Saat tangan salah satu perampok hendak menyentuh kain buntelan itu. Gulungan itu jauh lebih berharga dibandingkan nyawanya sendiri.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Semua kerja kerasnya kini terasa akan segera terbayar. “Benar. Puncak itu disebut Gunung Kepala Banteng. Bentuknya mirip kepala sapi, berada di arah timur laut wilayah perbatasan.” jawab Gu Mo, matanya pun memancarkan sedikit rasa penasaran. “Baiklah, kita bicarakan nanti saja!” Qin Fan berseru mantap, lalu langsung meluncur menuruni Pegunungan Hengduan.
9.961.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

kata Iblis Es. Bima teringat saat dia berhasil menemukan asal suara minta tolong tersebut. Ternyata suara itu berasal dari kepala manusia yang sudah terpotong. Kepala itu tergantung di bawah pohon besar. Ada dua kepala, yang satu lelaki dan satunya lagi perempuan. "Bagaimana mereka bisa berteriak padahal hanya kepala buntung?" batin Bima.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

Tampak Kong duduk di punggung kuda penarik kereta sambil makan pisang dengan enaknya. "Astaga!" seru Ki Jagatna. "Bagaimana pataka ketua ada pada binatang itu?" "Aku kira pataka palsu," sahut si Tendangan Gledek. "Menurut informasi yang kuperoleh, pataka asli ada pada Arjuna, bukan pada kingkong jelek itu." Kong melempar kulit pisang, gerakannya cepat sekali, tahu-tahu sudah menyumpal mulut si Tendangan Gledek.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

jelas Retno sambil sekaligus bertanya pada temannya yang juga belum terlampau lama dikenalnya itu. “Oh, ngaten…”, Ranu mencoba menjelaskan dengan membangun kesan tidak sedang bercanda lagi. “Memang betul Kepala bahasa Jawanya Endas. Tapi itu tidak elok, saru kalau untuk manusia sehingga biasanya diganti dengan sebutan Sirah, atau Mustaka yang artinya juga kepala. Tapi kok rasanya tua banget. Lagi pula ini bukan Pati, Solo atau Jogja….jadi ya mungkin lebih enak dengan Endahe biar tampak misterius….”terang Ranu yang tetap tampak sembarangan tapi keterangannya itu dianggap cukup luar biasa, setidaknya buat Diandra begitu pula bagi Retno.
966 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Pendekar Golok Melasa Kepappang

Pendekar Golok Melasa Kepappang

Kemenangan Sriwijaya hari harus dibayar mahal. Balin melesat ke arah Buntala. Mulutnya menyeringai buas. Wajah Tumenggung Mukha Upang haus darah seperti golok pusaka dalam genggamannya. Beberapa depa di hadapan Balin, Buntala pasrah menanti ajal. Ketika golok di tangan Balin hampir memecahkan kepala Buntala, tiba-tiba sesosok bayangan melesat dan menangkis bacokan golok Balin.
1019.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 793 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Kembalinya sang Dewa Perang

Kembalinya sang Dewa Perang

Saat penutup kepala itu tersingkap, yang terlihat bukanlah wajah seorang pahlawan atau master agung. Wajah itu kurus, dihiasi oleh bopeng-bopeng bekas penyakit atau luka lama, memberikan kesan seseorang yang telah melalui banyak kesulitan. Itu adalah wajah Bonang, pria yang sama yang pernah memberikan jimat pelacak pada Sancho di Moniyan.
9.6773.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.2K kali sebagai kepala buntung asli
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Kubalas Penghianatanmu Mass

Kubalas Penghianatanmu Mass

"Emm ya memacam cat calling gitu ma. Ada Fara di sini" "Hmm benar-benar b*aya buntung dia itu" "Buaya Buntung apa oma? " tanya Fara polos. "Aduh, itu ya buaya yang nggak ada ekornya sayang. Dia lahir cacat. Astagfirullah" "Ha? Ada ya oma? astagfirullah"
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Tulang Punggung

Aku Bukan Tulang Punggung

Kartika segera menaruu sepeda bututnya dipojokan halaman rumah. "Ma... kakak laper! " ujar si sulung sambil memegang perutnya. "Ya sudah sana ganti baju, terus makan siang ya" "Iya Ma... " Sahut si sulung langsung mengerjakan perintah ibunya. Kartika masuk kedalam rumah, betapa kagetnya ia ketika membuka tudung saji. Lauk yang dibawa pulang dariew rumah emaknya tinggal separuh.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Rahasia Suami dan Ibu Mertua

Rahasia Suami dan Ibu Mertua

Aku mengangguk paham. "Makanya baju yang kamu kenakan baju besar?" ia mengangguk. "Maaf ya, Uti. Saya benar-benar gak tahu." "Papa! Sini, cepat lihat! Si Bontot mirip Andre! Ah, Andre pasti senang punya temen main. Bik Uti aku request adek satu lagi yang perempuan ya." "Kamu ini lagi hamil juga, masa tetap minta tambah adek." Aku bangun dari duduk dan langsung pergi mengikuti langsung Bunga.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status