Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

gumamnya, mundur satu langkah, jantung berdebar. Ketiga makhluk itu muncul di hadapannya: sosok banteng perkasa, ular piton hijau, dan rubah berekor sembilan. Sen Butao langsung memasang pose pamer, menonjolkan otot-otot dada dan lengan seperti ingin memperlihatkan kebesaran dirinya.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
Kubalas Penghianatanmu Mass

Kubalas Penghianatanmu Mass

"Emm ya memacam cat calling gitu ma. Ada Fara di sini" "Hmm benar-benar b*aya buntung dia itu" "Buaya Buntung apa oma? " tanya Fara polos. "Aduh, itu ya buaya yang nggak ada ekornya sayang. Dia lahir cacat. Astagfirullah" "Ha? Ada ya oma? astagfirullah"
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
Si Bungsu Shintya

Si Bungsu Shintya

Selia mencoba memeluk adek bungsu nya itu. "Iya deh kak, gapapa kok." Shintya membalas pelukan kakaknya. **Flashback off** "Huuuffftttt...." Shintya menghela nafas menghilangkan rasa gugupnya. Saat di depan kelas, Shintya di kagetkan seorang anak perempuan yang memiliki keperawakkan menarik, tinggi, putih, dan satu kata yang menyempurnakannya, cantik.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Barata memiliki ekspresi yang tak sedap pandang dan dia tampak begitu menakutkan saat ini. Monster itu mulai menunjukkan dirinya, tubuhnya memiliki beberapa benjolan aneh yang tampak serasi dengan tubuhnya. Tubuhnya berbentuk bunglon dan matanya yang besar memberikan intimidasi yang menakutkan. Penampakannya memang mirip dengan bunglon tapi ukurannya seperti seekor sapi, bahkan lebih besar.
1058.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Benar saja, ketika aku sampai, Mas Abi dan Ummik yang kebetulan ada di rumah sedang sibuk bercanda dengan seorang balita. "Puteranipun sinten, Mas?" Aku bertanya saat melihat balita itu tertawa di atas pangkuan Ummi. Wajahnya bulat dan mirip seperti orang luar negeri. Hidungnya bangir, kulitnya agak gelap, tapi tidak mengurangi kegemasanku untuk tidak menjawil pipinya yang gembil. "Anaknya Kang Badrun," Mas Abi menjawabnya tanpa berhenti ngudang si bayi. Membuatku tertegun sejenak.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
Buruk Rupa

Buruk Rupa

panggil Argan bertubi-tubi. "Ha? I--iyah? Apa tadi?" tanya Allen sedikit terkejut saat Argan mengguncang pelan bahu Allen. "Ha? Lo kenapa Len? Apa lo sakit?" tanya Argan sok polos. "Eh? Nggak kok! Aku nggak sakit." ucap Allen mencoba menetralkan degup jantungnya. "Ohh. Len, manatau kita satu kelas, lu mau duduk sebangku sama gua?" tanya Argan mendadak.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
MISTERI GUNDUKAN TANAH

MISTERI GUNDUKAN TANAH

Wira menyerahkan kedua buntelan itu dengan nafas yang tersengal-sengal. Abah Uta menerimanya, kemudian membuka kedua buntelan kecil tersebut. Setelah dibuka, tampak buntelan itu berisi media santet berupa boneka kecil, jarum, paku dan ada beberapa benda kecil lainnya. Sementara di dalam buntelan yang satunya lagi. Tampak di sana ada benda putih mirip seperti tulang. Serta satu genggam tanah yang dibalut oleh plastik.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

Tante Liana sampai kaget, mata terbelalak, dan mulut menganga. “Oh my God. Waaaw …!” desis Tante Liana. Ya, betapa luar biasa benda itu. Bara sungguh-sungguh dengan ceritanya, batin Tante Liana. Miliknya itu begitu besar, panjang, kekar, dan menantang. Benda itu mengacung gagah dan agak mendongak ke atas. Warnanya seperti yang ia pernah bayangkan: berwarna kuning langsat mulus dengan kepala yang bersemu merah merona. Benda itu semakin indah di matanya karena dihiasi oleh urat-urat yang melingkari secara acak pada batangnya. Istimewanya pula, kepala benda itu besar bulat mirip jamur.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

Dia menempel di ketiak pohon besar, lalu merubah warna kulitnya hingga menyatu dengan warna pohonnya. Walaupun Lonbur adalah bangsa bunglon dan masih satu jenis dengan 'tlerep' atau cicak pohon dan juga tokek. Dia tetap berhati-hati saat bertemu mereka. Hujan reda saat hari mulai gelap. Menghela nafas, Lonbur mulai bergerak. “Syukurlah, hujannya tidak sampai malam.“ Mata seekor bunglon adalah salah satu keistimewaan lain. Selain bisa melihat ke arah yang berbeda, itu juga cukup mampu melihat dalam gelap.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai ular buntung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status