Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin
“Dan saya benci itu.”
“Tapi kamu tidak berhenti,” Nadira membalas, suaranya nyaris gemetar.
Arka mengangkat tangan, menahan rambut Nadira ke belakang, memperlihatkan lehernya. Sentuhan itu pelan, menguji, seperti bertanya tanpa kata.
Nadira tidak menjauh.
Ciuman kali ini tidak sehalus sebelumnya. Ada desakan. Ada kebutuhan yang terlalu lama disangkal. Punggung Nadira menyentuh dinding lift, tubuh Arka menjadi penyangga sekaligus jebakan.