SUAMI YANG SEMPURNA
Sama seperti waktu aku kehilangan Papa, aku berlari ke pesantren dan Pak Kyai berhasil menenangkan pikiranku.
"Assalamu'alaikum, bisa bicara dengan Kyai Abdullah?" salamku setelah tersambung.
"Wa'alaikumussalaam, ya saya sendiri. Siapa ini?"
"Ini Kevin, Kyai."
"Oh, si Badung itu, ya? Kamu ada masalah apa lagi?"
"Hehe, Kyai tahu aja kalau saya lagi ada masalah."
"Kamu kan selalu menghubungi saya kalau lagi ada masalah. Padahal dulu kamu yang selalu buat masalah di sini. Awas kamu, kalau nanyain saya masih hidup atau sudah mati."