Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Kasur itu sudah tidak lagi empuk, bahkan terasa keras di beberapa bagian, tetapi Tedy terlalu lelah untuk peduli.
Kipas angin kecil di pojok ruangan berputar malas, menggerakkan udara panas yang tidak membantu mengusir dingin yang menyelinap dari pakaian basahnya. Suara hujan masih terdengar jelas, mengalir dari genting dan turun melalui talang bocor yang sering menetes di luar jendela. Kos ini bukan tempat yang nyaman, tapi bagi Tedy, inilah satu-satunya tempat di mana ia bisa beristirahat setelah hari yang melelahkan.