ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN
Dia lantas mengayunkan kaki, mengikis jarak yang tak seberapa itu.
"Duduk, Bro." Ar mempersilahkan Dimas untuk duduk bersebrangan dengannya.
Ar sengaja memilih meja di dekat jendela, dikarenakan suasana yang tercipta cukup menenangkan hatinya.
"Thanks." Dimas pun menarik kursi itu, kemudian duduk dan menatap lawan bicaranya.
Dimas tidak banyak mengumbar senyum. Dia memang begitu, susah untuk tersenyum dan merasa bahagia. Bagi Dimas, diam adalah kenyamanan untuknya. Cukup berbicara seperlunya saja.