BUKAN MENANTU KAYA
“Teteh.“
Suara Ammah membuatku hampir menjatuhkan botol air minum. Aku membalikkan badan dan menatap Ammah dengan wajah merengut.
“Ammah ngagetin aja.“
Ammah tersenyum nyengir, “sudah ada mules?“ tanyanya dengan dahi mengerut.
“Ada, tapi belum intens. Sekarang juga nggak ada lagi mulesnya,“ jawabku.
“Kata orang, hamil anak kembar biasanya kurang dari sembilan bulan,“ katanya sambil menghampiriku. Mengusap-usap pinggang ini.
“Sudah ada hangat, Teh. Beneran belum mules lagi?“ tanyanya.
“Belum.“ Aku menjawab seadanya. Sementara Ammah tampak khawatir.
“Biasanya kalau pinggangnya sudah hangat, deket ke lahiran,“ katanya.
Hot Chapters