JANGAN HINA AKU MANDUL
RENA ARIANAharus berapa lama aku menunggumuaku menunggumutamu tak diundangkata menunggu seseorang yang dicintai
ujarku, nafas Celine tampak tersengal.
"Ya sudah pergilah, kamu urus masalahmu dulu ya. Semoga lancar," ujarnya, aku mengangguk dengan membawa segeplok uang itu menjauh.
*******
Di depan ruangan Dokter aborsi, aku termenung memikirkan satu jam lagi anak ini akan diangkat. Tak sulit aku temukan praktek aborsi tersembunyi di kota ini. Karna semenjak kenal dunia malam itu, aku jadi tau tempat-tempat seperti ini dari teman-teman liarku. Air mataku tetap saja mengalir sembari leherku tersandar di dinding dengan nanar, aku melihat langit-langit klinik Dokter Ilegal ini. Aku akan mengangkat janinku. Janinnya mas Aldi. Entah kenapa aku sedih. Sudah bisa aku lihat bayangan bocah kecil dengan tawa ria