Target Cinta sang Pewaris
Naya yang mendengarnya merenggut sebal, “Nggak usah di perjelas juga kali Dil, semua ini yang masak Arman.”
“Arman hebat,” puji Ardila seraya duduk di salah kursi.
“Tuhkan, apa kataku. Nggak apa-apa capek masak yang penting di puji Ardila,” ucap Naya menaik-turunkan alisnya.
Arman berdehem, ia sedikit kesal dengan sepupunya yang blak-blakan ini. Kemudian mengalikan atensinya ke pada Ardila, “Di cicipi dulu. Kalau nggak sesuai selera, aku bisa ganti.”
Hot Chapters