Menuju Matahari
Ki Gede Nipir bangkit dan menggamit pemuda itu agar mengikutinya ke tempat sunyi di belakang rumah, pada tepi pekarangan yang penuh pohon dan berbatasan dengan rumah banjar.
“Semoga dia masih hidup, tapi dia dibawa lari dua orang itu,” kata Ki Gede, pelan.
Sedikit terbata, ia lalu mengisahkan semuanya. Bagaimana para pegawainya menerima orang baru yang kemudian ditugaskan di kandang kuda. Dia yang bungkuk mengaku bernama Ceki, dari Paranggelung. Dia kemudian menawar-nawarkan kerabatnya yang pintar memasak untuk membantu Mbok Kempyang, kepala juru masak, pada acara jamuan makan malam tadi.