Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takdir Yang Tersembunyi

Takdir Yang Tersembunyi

Glek Aku tegak habis air yang diberikan pak Rendra tak setetes pun aku sisakan kemudian aku letakkan gelas itu di atas meja sampai menimbulkan suara yang cukup keras lalu menghela napas panjang. "Kalau Mba Adel sudah tenang saya akan mulai bicara." Aku menatap tajam ke arah pak Rendra seperti mengerti maksud dari tatapanku pak Rendra mulai menceritakan masalah yang terjadi kemarin, pak Rendra bilang bahwa perusahaan mengalami kerugian sekitar 12 miliar rupiah semenjak PT.PRATAMA memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Cinta yang Terkubur

Cinta yang Terkubur

"Kamila, kamu nggak akan mati secepat itu. Madu ini akan mengundang berbagai jenis serangga untuk masuk ke lukamu dan menggerogoti tubuhmu sedikit demi sedikit." "Samuel, kamu nggak boleh melakukan ini padaku! Aku mohon, ah!" Gudang tua yang terbengkalai itu dipenuhi berbagai jenis serangga dan tikus. Begitu mencium aroma manis madu, mereka langsung berdatangan. Dalam sekejap, tubuh Kamila sudah dipenuhi berbagai serangga. Samuel hanya berdiri diam menonton di sampingnya. Jika serangganya berkurang, dia akan menuangkan madu lagi. Jika darah Kamila mengering, dia akan membuat irisan baru.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.5K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Setiap titik mewakili satu saksi, satu kebenaran, satu nyawa yang pernah hampir dibungkam. Arga menarik napas dalam, membuka buku catatan lusuh berisi tulisan tangan. Di halaman pertama tertulis tebal: “Suara dari Dalam Gelap — fase 1: Buka mata mereka, tapi jangan sebut nama.” Di bawahnya, daftar panjang kode lokasi dan inisial: D1, G3, R9, K5… semuanya punya arti, semuanya punya waktu.
101.4K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“Bukan mata-mata, Kompol. Mungkin lebih dari itu. Mungkin dia tidak membocorkan, tapi dia sudah tahu naskahnya. Naskah yang kita cari tadi.” Raka berjalan menuju kelir di belakang panggung. Di balik kelir itu, di atas selembar kertas minyak yang biasa digunakan dalang untuk melapisi layar, terdapat sebuah tulisan tangan yang kasar, ditulis dengan arang. Tulisan itu hanya terdiri dari satu kalimat pendek dalam bahasa Jawa Kuno yang sangat halus: “Kelirmu wis tak suwek.” (Kelirmu sudah ku-sobek.)
819 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Tapi rasa aman hanyalah ilusi yang perlahan memudar. Di pojok barat desa, di balik ladang singkong yang terbengkalai, terdapat sumur tua yang sudah puluhan tahun ditutup dengan batu besar. Sumur itu disebut Sumur Buta karena tak pernah bisa diukur kedalamannya. Suaranya menggema seperti perut bumi, tapi tak pernah mengeluarkan gema balik.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Noda Dalam Semalam

Noda Dalam Semalam

“Aku boleh membacanya?” “Silahkan.” Seruni mengambil buku yang diserahkan Jagat dan membuka isinya halaman pertama kedua hanya berisai langkah-langkah mengembangkan usaha sampai Seruni berpikir kalau ini lebih mirip diktat perkuliahan dari pada diary tapi setelah membaca lembar ketiga dan berikutnya Seruni tak mampu untuk menutupi keterkejutannya, dia menatap sang suami yang balik menatapnya dengan senyum masam.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 466 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Kebisuan dalam Kedalaman Air

Kebisuan dalam Kedalaman Air

"Nggak! Kalian semua! Kalian semua adalah algojonya!" "Hahaha! Apa ya pepatah di internet itu? Oh! Bencana besar terjadi karena kumpulan kesalahan kecil. Kalian semua merasa suci, padahal kalianlah yang pelan-pelan membunuhnya!" Yoga menatap wajahnya dengan tajam. "Jadi, anjing pudel itu juga nggak pernah melukaimu, 'kan?" Aulia mengernyitkan dahi sambil menatap Yoga. "Kalau iya, memangnya kenapa? Apa yang mau kamu lakukan?!"
1.9K viewsCompletedAdded to Library 71 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Langit langitnya tinggi, dihiasi dengan permata permata yang diatur sedemikian rupa hingga membentuk peta bintang di langit malam. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kolam melingkar yang berisi cairan keemasan yang berkilau. Uap hangat mengepul dari permukaan kolam, menyebarkan aroma spiritual yang menenangkan. Itu adalah Kolam Pemurnian Garis Darah, tempat yang legendaris dalam catatan keluarga. Di sekeliling kolam, rak rak batu giok yang menjulang tinggi penuh dengan ribuan gulungan kitab dan botol botol porselen berisi pil. Di sudut lain, terdapat berbagai prasasti batu besar dengan ukiran teknik bela diri yang tampak bergerak jika dipandang terlalu lama.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as kolam dangkal
Read
+Library
Cinta Terdalam yang Menghancurkan

Cinta Terdalam yang Menghancurkan

Namun, saat mengangkat foto itu, dia menemukan secarik kertas di bawahnya. Dia mengambilnya dan wajahnya langsung memucat. "Hasil pemeriksaan ginekologi?" Di lembar itu tertulis jelas, 100 kali suntik pemicu ovulasi. "Seratus kali ...," gumam Yosef. Tubuhnya lunglai seperti tersambar petir. Akhirnya, dia mengerti kenapa tatapanku selalu begitu sedih sejak hari itu. Akhirnya, dia mengerti betapa banyak rasa sakit dan usaha yang kutanggung demi bisa mengandung anak.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as kolam dangkal
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status