DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
tegur Mira dengan dahi berkerut, memperhatikan pria itu meletakkan sendok perak yang mengkilap dan baru ke atas piring dessert-nya.
Sadewa mengangguk kaku, sorot matanya lurus tak bisa dibaca. "Iya, jatuh."
"Wah, tumben banget. Aneh. Padahal seumur-umur aku kenal dan kerja bareng kamu, seorang CEO Sadewa Sagara yang over-perfeksionis dan kaku ini mana pernah ceroboh ngejatuhin alat makan sembarangan di meja. Ada yang lagi dipikirin berat ya, Bos?" ledek Nakula ikut tertawa geli menggoda kakaknya.