Melati di Kubangan
Bahwa bagaimana dalam suasana santai dan tidak begitu formil seperti dalam perjalanan pulang sehabis berkunjung ke desa, Pak Bahar akan mulai bercanda dan bergurau, dan gaya humor pria itu paling sering mengarah ke hal-hal mesum.
Bagi pegawai laki-laki, sudah tentu bukan masalah. Namun mereka para perempuan, terpaksa hanya bisa buang muka dengan wajah merah jengah. Termasuk dirinya tentu saja. Ini pertama kali baginya menemui seorang laki-laki mengguraukan hal-hal porno di depan wanita dengan sikap demikian santai dan bebas, seolah yang diobrolkan hanya soal makan dan tidur saja. Mulailah ia percaya pada omongan Tono dan Bud, bahwa Lurah mereka itu tampaknya memang adalah seorang bandot tua!
الفصول الرائجة