Gairah Janda Perawan Sang Mafia
"Kau itu kalau mengira-ngira, pikir dulu lah. Kau kira, aku ini kaum belok!"
"Ya, mana aku tahu. Aku hanya mengira sesuai yang terlintas di kepala saja. Apalagi wajah dia tadi aku lihat seperti menahan cemburu saja. Abang tidak lihat, waktu dia datang kesini tadi. Bukan main kaget dia, saat aku bilang kita sudah kawin.".
"Ck, kau jangan mengada-ngada. Rayden itu normal. Kau pikir dia apa? Gay atau homo pecinta lubang matahari?"