Ta'aruf Rahasia Sang CEO
Malikha mengambil tempat di kursi seberang, menatap lekat sepasang mata suaminya dengan pandangan yang sarat akan keteguhan prinsip.
"Mas Reyhan, serangan yang kita hadapi hari ini dari Laras dan gosip-gosip miring di lantai lima itu sebenarnya hanya permukaan," tutur Malikha, menggerakkan alur analisisnya dengan mandiri dan terukur. "Selama beberapa hari ini, kita mengira kita sedang memadamkan api kecil berupa kecemburuan sosial antar-karyawan. Namun, setelah saya merenungkan ucapan Laras di ruang sidang tadi, ada lapisan konflik yang jauh lebih dalam dan pribadi."
Reyhan mengernyitkan dahi, konflik batin di dadanya perlahan mereda berganti rasa penasaran. "Apa maksudmu, Malikha?"
Chapitres populaires