Pelakor Itu Ternyata Bawahanku
Saat kuajak untuk duduk di sebelahku, katanya dia ingin tetap di sana dan menyimak permasalahan yang sebenarnya terjadi.
"Begini saja, Pak Sapri, Paman Bamantara, dan yang lainnya. Saya akan mencari orang untuk membersihkan rumah dan halaman di sini karena kondisinya sudah sangat kotor. Rumput liar dan lumut sudah tumbuh di mana-mana. Tata ruang di sini juga sangat berantakan dan berdebu. Lagipula kalian sendiri yang bilang kalau kalian sudah tau dan sering encok, jadi saya sarankan kalian untuk istirahat saja," ucapku, memberi keputusan.
"Maksud Non Wulan ...?" Sepertinya Pak Sapri belum paham, atau hanya pura-pura aku tidak tahu.