Pembalasan Istri Kumal
Ternyata, aku terlalu berbaik hati, mungkin lebih tepatnya tolol untuk dimanfaatkan.
" Dan ibu, aku sangat menghormati mu bu. Ibu tau, seberapa inginnya aku berbagi banyak hal pada ibu dan saudara mas Fandi yang lain? Aku sebatas kara, baru kali ini aku merasakan memiliki seorang ibu. Meski hanya ibu mertua, yang memang tak pernah suka dengan ku di awal pernikahan, aku fikir bisa merubahnya setelah berjalannya waktu yang panjang. Ternyata, baik ibu padaku hanyalah kebohongan. "
"Apa kurangku sebagai saudara, sebagai anak, bahkan sebagai istri ? Teganya kalian semua berbohong menutupi bangkai yang di buat suamiku sendiri. Sebodoh itulah aku di mata kalian?"
Hot Chapters