Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ternyata Suamiku Dukun Nakal

Ternyata Suamiku Dukun Nakal

Srak! "Apa ini"? Gumam Lunar saat tanpa sengaja ia menjatuhkan plastik hitam kecil dari balik lipatan baju. Lunar membuka bungkusan itu dengan penasaran. Matanya terbelalak saat mengetahui isi plastik hitam itu adalah pil KB. "Pil KB? Pil KB siapa?" jantungnya mendadak berdetak begitu cepat.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Tuan Besar Sandekala

Tuan Besar Sandekala

“ ucapnya saat tangannya menyentuh permukaan plastik. Dia mengetuk keras permukaan plastik. Bunyi tuk tuk terdengar pelan sesuai dengan gerakan punggung jarinya. ”Mereka mafia besar bukan? Apa sedang bercanda padaku?“ Tanpa membuang waktu lagi Sande membuka bungkus plastik. Di dalamnya masih terbungkus dengan kertas cokelat. Dengan kasar, dia merobek ujung kertas sampai isinya terlihat.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Istriku Seorang Pengangguran

Istriku Seorang Pengangguran

Dia kembali dengan obat masuk angin yang dia maksud, memasukkannya ke dalam kantong yang lebih kecil. "Eh? Ada isinya?" gumam Ayu saat tangannya menyentuh plastik. Dia menariknya, sampai plastik kecil itu keluar dari tempatnya. "Apa ini?" gumam Ayu, dengan kening berkerut. Dia membalikkan plastik tersebut, agar bisa melihat isinya.
10977 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

Jonathan mengeluarkan semua isi di dalam plastik hingga tidak ada lagi isinya, mata dan tangannya seolah mencari-cari sesuatu lalu terlihat lesu saat menyadari apa yang dicarinya tidak ia temukan. “Kenapa? Kamu nyari apa?” tanya Kaluna sambil mencoba melihat isi di dalam kantonv belanjaannya yang terdapat dua botol air mineral ukuran 600 ml dan dua ujuran dua liter, permen karet, dua mie instan di dalam cup, dan beberapa cemilan untuk mengganjal perutnya. “Nyari ….” Jonathan kembali mencoba menemukan apa yang ia harusnya dapatkan. “Nyari apa sih, Jo? Kamu mau nyari apa? Aku cuman beli ini aja,” ucap Kaluna sambil mendekati Jonathan dan menggelayut di lengan suaminya itu.
10130.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Dua Sisi Menantu

Dua Sisi Menantu

Apa aku terlihat semengerikan itu hingga anak-anak ini tak ada yang berani menyampaikannya? "Oh, tunggu disini." Aku berbalik dan masuk ke rumah. Tak lama kembali dengan membawa sekantung plastik berisi berbagai macam coklat. "Bagi rata ya," ujarku sembari memberikan plastik itu. Seketika suara tawa dan teriakan senang dari mulut mereka membahana.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Tangannya mencengkeram erat ujung popok bermotif anak ayam yang membalut pinggangnya, berusaha merobek benda memalukan itu dengan paksa. "Hiaaaargh!! Kael menariknya dengan kekuatan penuh yang biasanya mampu membelah batu karang. Namun, jangankan robek, serat popok itu sama sekali tidak bergeming. Alih-alih putus, bahan plastiknya melar sesaat sebelum membal kembali ke bentuk semula dengan bunyi jepret! yang nyaring, menghantam pinggang Kael dan memberikan sensasi sengatan panas di bokongnya yang masih merah akibat Holy Spanking.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

​Kantong plastik hitam besar itu mendarat di atas meja kerja Dosen Brata dengan bunyi kresek yang menyedihkan. Isinya bukan sampah biasa, melainkan potongan-potongan balsa wood, kertas karton, dan lem yang sudah mengering, sisa-sisa impian Gilang yang dihancurkan oleh tangannya sendiri. ​Brata menatap kantong itu tanpa ekspresi. Dia meletakkan penanya, lalu membuka ikatan plastik itu. Dia mengambil satu potongan dinding maket yang patah.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Pengkhianatan Suamiku

Pengkhianatan Suamiku

Baru pandangannya membeku saat melihat plastik yang aku pegang. "Itu apa, Mbak?" "Rujak mangga muda." Kuangkat plastik tinggi-tinggi dan menyerahkannya pada Sandi. "Nih, buat kamu aja." Sandi membelalakkan mata, dia kembali menyerahkan kantong plastik itu padaku. "Nggak, apaan aku gak ngidam, Mbak." Aku terkekeh pelan saat melihat ekspresinya yang begitu lucu. Kantong plastik itu tidak mau diam, kami terus mengopernya tidak henti sampai pada akhirnya suara deru kendaraan menghentikan aktivitas.
9.976.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Terjerat Nafsu Kakak Tiri

Terjerat Nafsu Kakak Tiri

Nada suaranya tegas, tapi lebih terdengar seperti keluhan yang sudah sering ia ulang. Kanara memeluk plastik itu ke dadanya seolah sedang melindungi sesuatu yang sangat berharga. “Aku hanya ingin sedikit saja. Sudah lama aku tidak makan ini.” Ia menambahkan ekspresi wajah memelas, bibirnya maju, matanya dibuat bulat seperti anak kecil yang merayu.
1039.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

aku beranjak meraih kantong plastik hitam yang tergantung disudut. "Kita tumis singkong ini aja ya? Di ulekin bawang putih, ketumbar dan ditambah masako, gimana?" tanyaku. "Iya Ma, enak itu," jawab mereka antusias dengan bola mata berbinar. Aku tersenyum pilu. "Tolong ambil wadah, mangkuk besar yang plastik," ujarku kepada Indra. "Yang ini Ma ....!" ia menunjukkan mangkuk plastik.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kontol plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status