Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diary Sang Kupu Kupu Malam

Diary Sang Kupu Kupu Malam

“Hahahahha…. Mawar…., Mawar,” “Ini ibu kota…! Kita ini Cuma sampah, di mata mereka,” "Ibarat nasi bungkus. Nasi sama lauknya dimakan, habis kenyang bungkusnya dibuanglah!” begitulah kira-kira kita di mata mereka, kau paham? "Jangan pernah sekali-sekali kau menggunakan perasanmu dan terbawa rasa pada setiap pelanggan yang memang terlihat menipu.”
1015.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 521 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Ipakita ang mga Review (24)
Read
+Library
Adevio Putra Kencana
Ok deh sesuai permintaan makan novelnya aku lanjutin di sini ya kak, dan mulai hari ini aku update perharinya terimah kasih dan silahkan berikan komentar untuk terus sama-sama memperbaiki jalan cerita terimah kasih
Deidre
Membahas tentang kehidupan malam memang menarik, saya yakin banyak emosi yang bisa digalih lagi untuk ditimbulkan supaya ceritanya semakin menampilkan pergolakan hati sang kupu-kupu malam sehingga menampilkan makna yang lebih mendalam
Basahin ang Lahat ng Review
Dinikahi CEO Arogan

Dinikahi CEO Arogan

Dengan setulus hati ia rela mengambilkan tiga cangkir kopi, meletakannya di hadapan masing-masing. "Kita bisa panggil pelayan, kan!" Kata Andhika ketus. "Udah gak apa-apa," sahut Suci. "Silahkan minum kopinya biar fokus bahas masalah ini." "Aku suka dengan selera kopi ini. Kopi kental tanpa gula, bisa buat pikiran aku lebih gesit," kata Sofyan. Andhika tak suka. Wajah Suci lebih cerah ketika dihadapan Sofyan. Dan Sofyan tampak menikmati waktu luang ini. Tak hanya itu, gadis kecil terus mendekap pada ibu sambung barunya.
1022.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 532 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
My Unexpected Husband ( indonesia )

My Unexpected Husband ( indonesia )

Mungkin Joly akan sampai sekitar satu jam lagi. Liam menulis pesan kepada Joly bahwa ia meminta istrinya itu untuk membelikannya secangkir kopi Arabian dari tanah Toraja Indonesia salah satu kopi yang menjadi kesukaannya. Rasa kopi yang gurih dan segar yang dihasilkan kopi tersebut membuat pikiranya menjadi lebih segar saat menghadapi pekerjaannya yang selalu padat setiap hari. ***
9.116.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 633 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

Pagi yang cerah, burung-burung saling berkelakar tentang caranya berenang jika terjadi banjir di kota ini. Daun-daun kering berlarian mengitari batang pohon yang berdiri kokoh di taman kota. Seorang pria duduk dengan memegang pensil yang dia gunakan untuk membentuk sebuah gambar sketsa. Perlahan-lahan gambar itu terlihat seperti seorang gadis yang berada di pojok ruangan dekat jendela. Rambut hitam yang tergerai mengombak seperti ombak laut selatan, indah dan berkilau. Asap kopi yang menipis pertanda kopi mulai kedinginan, pria itu melihat cup kopi yang mulai menggigil, lalu menangkapnya dalam genggaman, dan “sruput!” suara yang terdengar dari pria itu pada kopi yang sekarang sudah habis.
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 77 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Tangisku

Tangisku

Semua bagaikan api yang meninggalkan debu, sulit untuk dibersihkan dan selalu menempel dengan tanah. Lalu senja pun menyambut soreku, seakan langit ingin bercerita dua mata denganku akan arti sebuah perjuangan. Aku mencoba keluar rumah dengan motor tua yang biasa membawa aku dan ia, tapi sekarang hanya sebatas kenangan. Lalu aku singgah di salah satu coffe shop, dan memesan kopi hitam. Kuminum secara perlahan hingga menyadarkanku bahwa kehidupan itu seperti kopi, sama-sama pahit tapi tidak munafik akan hitamnya kopi.
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 71 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

tanya Langit “Pahit dan manis pak” kata Adelia ragu karena sudah menyadari ada yang salah dengan kopi ini walau ia tak tahu itu apa. Langit menghentikan kegiatannya. Diletakkannya berkas yang ia pegang di atas meja lalu berkata. “Pahit dan manis” kata Langit kali ini sambil memandang Adelia yang duduk di sampingnya. “Seperti yang kamu bilang, rasa kopi itu pahit dan manis kan” tanya Langit lagi.
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Kenapa jarang? Bukankah kamu tinggal memeras setiap pria yang tidak ingin fotonya disebar olehmu?” “Aku tidak sejahat itu!” “Benarkah?” Ben meneguk segelas kopi susu miliknya yang ia pesan tanpa banyak berpikir. Rasa krim yang pekat serta pahit dari kopi yang samar seketika memenuhi lidahnya. Pria itu meringis. “Astaga. Bagaimana bisa kafe yang hanya menjual minuman penuh pemanis buatan seperti ini terus beroperasi?”
103.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 103 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Get Me Loose

Get Me Loose

“Ini kelihatan panas banget, Cakra. Kamu mau membakar mulut saya!?” “Kan bisa ditunggu dingin dulu, Bu.” “Terus kapan saya minumnya? Tunggu Indonesia jadi negara maju!?” “Kalau gitu nanti kopinya udah jadi prasasti, Bu.” “Kamu nyuruh saya jadi fosil dulu cuma buat minum kopi!?”
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 82 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

"Kamu suka kopi pahit atau manis?" Pertanyaan absurd yang entah kenapa membuat Erica tersenyum. Ia membalas singkat: "Pahit. Seperti realita." Tak lama kemudian, seorang kurir datang ke meja kerjanya dengan satu cup kopi hitam tanpa gula dan selembar sticky note bertuliskan, "Tapi hidup bisa lebih manis kalau kamu mau." Erica menggigit bibir, menahan senyum. Bodoh. Ini bodoh. Tapi kenapa jantungnya berdebar seperti remaja?
865 viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Hasratku Menjadi Candunya

Hasratku Menjadi Candunya

“Sebelum itu, ceritakan dulu—bagaimana hubunganmu dengan suamimu beberapa hari ini?” Belum sempat kalimat itu selesai, secangkir kopi yang tadi disodorkan pun langsung ditarik kembali oleh pemiliknya. “Ya… lumayan. Bisa dibilang, normal.” Nan Shiyu meletakkan kembali kopi itu dan duduk di sofa. Nan Yuheng melirik cangkir yang hanya sempat menjadi ‘imbalan’ selama satu detik itu. Malam itu.
10825 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status