Cinta Yang Terlambat Bersinar
Mengingat semua itu, Jack hanya bisa tersenyum pahit.
Dulu, Luela yang menggandeng lengannya sambil cerita soal mimpi-mimpinya, sekarang malah dirinya sendiri yang ingin punya anak dengannya dan berkhayal tentang mimpi tak masuk akal itu.
Pada saat bersamaan, pintu ruang kerjanya diketuk.
“Pak Jack, mobilnya sudah siap.”
Mendengar itu, Jack buru-buru mengambil hadiah yang ada di meja dan langsung berjalan keluar.