Sistem Aura (Infinity)
“ Iris mengambek tanda tidak sudi.
Kael mengangkat dua tangannya sekepala untuk lekas mengklarifikasi, “Iya, ya, maaf maaf, aku hanya bercanda kok …. Lagi pula aku belum mendapatkan tanaman yang kucari, jadi harusnya kamu tidak perlu muncul ….”
Dalam meresponsnya, Iris hanya diam senderut. Memandang tajam Kael bak hendak melahapnya bulat-bulat.
“Nah, sekarang tolong untuk hentikan ilusi ini. Aku mau pulang dan tidak akan macam-macam lagi …,” pinta Kael sungguh-sungguh.