Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Semua orang sudah berusaha keras untuk datang merayakan ulang tahunmu dan menyiapkan hadiah untukmu, tapi kamu malah meninggalkan orang-orang begitu saja? [Mila terlalu bahagia. Dia memiliki kepribadian yang ceria dan murah hati, tidak seperti gadis seperti kalian yang sikapnya dibuat-buat, itulah sebabnya dia merangkul bahuku. Bukankah dia langsung melepaskannya dan meminta maaf?] Beberapa teman lain juga menandaiku di obrolan grup kelas: [Tasya, bukankah kamu sudah keterlaluan?]
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Bukan Inginku Ada Diantara Kalian

Bukan Inginku Ada Diantara Kalian

"Mbak nggak ngiri?" ""Buat apa saya iri? Malah saya bersyukur karena tidak dijadikan pabrik anak oleh suami saya. Saya sangat bersyukur hanya memiliki satu orang anak, dan dengan begitu saya bisa memiliki waktu untuk diri saya sendiri dan juga mengembangkan diri saya, bekerja, dan sukses sebagai wanita karir, tanpa harus melupakan kodrat sebagai seorang wanita dan ibu. Pencapaian seperti itu harus saya hargai. Alhamdulillah anak saya menjadi anak yang baik, nggak nakal dan selalu nurut sama saya. Bagi saya itu sudah lebih dari cukup. Justru kadang saya malah kasihan dengan istri barunya suami saya. Dia direpotkan sama anak-anaknya yang masih kecil, sampai nggak sempat dandan. Lucunya kadang
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
ISTRI KESAYANGAN OM BARA

ISTRI KESAYANGAN OM BARA

“Iya, aku tahu, kalau aku tampan. Kamu pasti merasa insecure, ‘kan, nikah sama aku?” “Eh, kok, Om tahu?” “What? Om!”
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

kataku pelan, “tapi bahasanya belum.” Sinta bergerak sedikit, matanya terbuka. “Kau bicara apa?” Aku menatapnya. “Berita pagi ini. Mereka menggunakan kalimat kita.” Ia bangun pelan, duduk di ujung kursi. “Siapa mereka?” “Yang mengambil tempat Ira tinggalkan.” Dia terdiam, menatap laut. “Aku kira semua berakhir di bawah sana.”
791 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Memories in High School

Memories in High School

Karena iri, kita bisa saja melakukan segala cara untuk bisa menyamakan posisi kita dengan orang yang lebih sukses tersebut. Kiara menghembuskan napasnya secara kasar, lalu mengacak rambutnya frustasi. "Sekarang gini deh, gimana kalau kita damai?" ajak Kiara. "Damai? Gak salah denger gue? Inget ya, kita gak akan pernah mau berdamai sama kalian!" tegas Rassya. "Sya! Jangan memperkeruh suasana!" tegur Rey.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Suami Premanku Ternyata Sultan

Suami Premanku Ternyata Sultan

Tanya seorang laki-laki yang baru saja sampai di sana. Riri melangkah mundur saat melihat beberapa orang yang mulai berdatangan kearahnya. ‘Ini pada kenapa sih? Sakit ya?’ “Itu, anu, saya lagi mencari suami saya.” Jawab Riri ragu-ragu. Mereka semua saling pandang lalu salah satu di antara mereka berjalan mundur dan menelepon seseorang. “Kalian kenapa? Kok lihatin saya gitu banget? Ada yang salah?” Tanya Riri yang sudah merasa tak nyaman.
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Hey, Calon Ipar. Ayo Kita Nikah!

Hey, Calon Ipar. Ayo Kita Nikah!

"Beli baju untuk kamu." Mentari mengernyit. "Kenapa saya harus beli baju?" "Saya rasa kamu nggak akan sempat pulang ke kos lagi." Mentari terdiam. Ia langsung teringat kondisi kosnya yang masih dipenuhi kru syuting. "Tapi, Pak..." "Daripada setiap malam kamu bingung mau tidur di mana." Gavin kembali melirik spion. Mobil Andika masih mengikuti mereka.
170 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Kucari Jodoh Yang Biasa Saja

Kucari Jodoh Yang Biasa Saja

Entah kelilipan apa Mas Dika bicara sambil mengedip-kedipkan matanya. "Koe kelilipen, Dik?" tanya Mba Mira usil. "Yuuuu yuuu ora pengerten sampean, namanya juga usaha, Yuuu." "Eh yang ada Widuri geli kali Dik, lihat kelakuanmu kaya pria setengah mateng gitu." "Asem Mba Mira loooh," protes Mas Dika. "Ojo gelem karo sing model ngene, Wid! Aku kok sangsi sih kualitasnya." Mba Mira masih menggoda Mas Dika.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Iparku yang Menyebalkan, Ternyata?

Iparku yang Menyebalkan, Ternyata?

POV Ira Sore ini ada undangan dirumah Pak Ustadz, undangan aqiqah kelahiran anak keduanya. Tentu saja aku bersemangat untuk hadir, hiyaaa aku mau tunjukan ke orang-orang kalo Ira sekarang punya hp canggih.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status