Samaran Terakhir
Bau anyir menusuk hidungnya, membuat perutnya mual.
Tiba-tiba, dari genangan itu, sesuatu bergerak. Sebuah tangan, kurus dan hitam legam, perlahan muncul, jari-jarinya merangkak di atas lantai batu dengan kuku tajam yang menggores permukaan. Kemudian, kepala tanpa wajah terangkat, dengan jubah hitam berkibar, merangkak keluar dari genangan seperti mimpi buruk yang menjadi nyata.