Rimba Memburu Senala
Elang itu melayang-layang, mencermati langkah dua penghuni bukit yang menuju rumah panggung berbingkai kayu kokoh, diam melayang seperti penjaga rahasia alam.
Tanpa berpaling, tangan Calistung terangkat, lambaiannya sederhana, tapi sarat makna. Seruan bisu itu dimengerti Jingan, yang segera menukik turun menembus udara dengan kepakannya yang nyaris tanpa suara. Dalam sekejap, elang perkasa itu berdiri gagah di dekat mereka, tubuhnya terlihat kekar, dengan otot-otot yang membungkus sayapnya seakan-akan siap melindungi siapa saja yang ada dalam jangkauannya. Matanya memindai Bukit Berkabut yang terbentang, mencari tanda-tanda ancaman. Namun kabut yang tebal menutupi segalanya, menghadirkan ked
Hot Chapters