DIKIRA MISKIN
Mbak Wiwid balik tanya meski masih menunjukkan raut wajah kesal.
"Teh hangat, Mbak, biar badannya cepet anget." Aku meralat.
"Aku nggak ada minuman teh, apalagi hangat, kalau air putih dingin ada, es juga ada, aku kan punya kulkas, nggak kaya kamu. Percuma punya kulkas kalau masih minum yang hangat-hangat. Lebih segar minum yang dingin agar rasanya nyes di tenggorokan," ucapnya santai. Ia meraba lehernya.