Pembalasan Istri Kumal
Gertaknya menantang.
Aku berjalan mendekatinya yang berkacak pinggang dan menatapku remeh.
"Kenapa kulkas dua pintu, Mau keluar, iya?"
Aku tak menjawab, kutuang sedikit kuah sup panas ke lantai, tepat pada telapak kakinya yang tanpa alas.
"Aaakkk! Panas..., "teriaknya berjalan tertatih ke belakang, mudah sekali menyingkirkan lalat siluman itu.