Benih Siapa di Rahim Istriku?
"Dasar nggak tahu malu. Ayo, kita samperin saja dia, Zis. Coba kamu basa-basi, tanya sama dia di mana Rania melahirkan anak mereka. Biar Ibu buat malu wanita murahan itu!"
[Selamat ya, Zah. Atas kelahiran putra lu sama Rania. Terima kasih sudah mengkhianati gue.] Segera kukirimkan pesan kepadanya, memancing reaksi laki-laki sial*n itu.
[Oh, iya. Terima kasih, Zis.] Balasnya disertai emoji tertawa sambil menangis.
Dasar tidak ada akhlak!
[Ngomong-ngomong, Rania lahiran di mana? Apa gue boleh jenguk?]