Dinikahi Calon Kakak Ipar
Safir tidak terima seolah Kei tengah menghinanya bahwa ia memang pernah hidup susah, ya sampai saat ini pun sama.
“Iya. Biar nggak sombong setelah beristrikan aku. Dalam harta kekayaan, kita itu liatnya ke bawah Safir, kalau dalam hal ketaatan pada Tuhan, baru liat ke atas.”
Safir terdiam, ia pernah mendengar nasihat ini sebelumnya. Mungkin saat ia masih sekolah dulu. Ah ya, kenapa pula ia harus marah jika Kei menyadarkannya bahwa ya seorang Safir bukanlah siapa-siapa. Hanya seorang gadis desa, lulusan SMA, kerja di minimarket, suka jadi babu di Jakarta, terus saat pulang, tiba-tiba bunting saja.
Hot Chapters