Balas Dendam Istri yang Tersakiti
“Tenang saja, Kak. Aku sudah menyiapkan semuanya. Aku hanya mau Naren keluar dari hidupku. Aku tidak mau lagi berhubungan dengannya ataupun keluarganya itu.”
Andreas mengangguk, lalu menghela napas berat. “Aku takut kamu akan terluka kalau bertarung dengan yang lain, Tiara.”
Tiara mendesah, menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. “Aku sudah terluka selama ini, Kak.” Katanya sembari menyandarkan diri di sofa.
Pandangan wanita itu berpaling ke arah jendela besar yang menampilkan hamparan langit malam. Cerah, tapi tak ada bintang satupun.