Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Pulang

Pulang

Dia bisa merasakan bau tidak sedap dari tubuhnya, setelah seharian beraktivitas, tubuhnya juga terasa gatal karena baru saja masuk kehutan. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, Yotta bersama kedua adiknya terlihat duduk di depan teras. "Kak, kenapa ibu belum pulang?" tanya Yora, pada sang kakak. "Entahlah, mungkin sayur yang dijualnya belum habis," jawab Yotta. "Tapi kak, kabut mungkin akan turun, jalanan juga gelap apa ibu tidak takut di ikuti hantu?" Yoga ikut bersuara.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kungkungan
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

balas Kakek, sambil meraih lenganku dan hendak membawaku ke dalam kamar. Aku menepis tangan Kakek yang hendak meraih tanganku sambil berkata, “Gak mau, kasian Nenek Uban di luar rumah menunggu kita membukakan pintunya Kek, memangnya Kakek tidak kasian?” “Sarah! dia itu bukan manusia!” tegas Kakek dengan kesal, aku menautkan kedua alis mataku kebingungan, apa maksud perkataan Kakek yang berkata kalau Nenek Uban itu bukan Manusia?.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kungkungan
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Angela mulai bertanya-tanya dengan rasa penasaran. "Mungkin dia menyimpan botol itu untuk menambah energi saat melakukan ritual membuat keturunan dengan Lord?" Tebakan Peter sukses membuat Angela tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Johnny terdiam seribu bahasa di tempat, lalu Felco terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dasar gila! Kau pikir Duchess selemah itu?" Caci Angela.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kungkungan
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

-> Koreksi, dialog panjang harus berdiri sendiri. "Betina Kacamata, goyanganmu terlalu lembut layaknya ranting pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi. Kepala Suku sedang tidak bernafsu untuk berburu di atas ranjang hari ini. Perutku memang kenyang oleh daging, tapi jiwaku merasa hambar karena tidak ada leher musuh yang bisa kupatahkan lagi." Mendengar penolakan dingin tersebut, Karina justru semakin merasa tertantang dan mempercepat tempo genjotannya hingga bunyi decakan basah menggema nyaring.
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai kungkungan
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Kekalahan adalah aib yang tidak bisa ditanggungnya. Alamat yang diberikan Tuan R membawanya kembali ke pinggiran kota yang suram, ke gedung tua yang sama sekali tidak terlihat seperti markas konglomerat. Aruna memarkir mobilnya di depan pintu baja besar dan melangkah keluar, langsung disambut oleh aura dingin dan sunyi. Pintu itu terbuka, dan yang menyambutnya adalah Kakek Pranata. Pria tua itu menatap Aruna dengan mata tajam, seolah sedang menilai kualitas barang dagangan.
10724 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kungkungan
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kungkungan
Baca
+Pustaka
Daging Keong Untuk Tiga Anakku

Daging Keong Untuk Tiga Anakku

“Oh, itu ibu keliling jualan ke tempat yang banyak kontrakannya itu. Ada yang kontrakan isi anak muda sama yang sudah berumah tangga. Alhamdulillah di sana laris manis. Cuma Ibu sudah tua dan pernah kecelakaan jadi kaki juga masih sering terasa sakit kalau terlalu kecapean.” Mendengar cerita wanita paruh baya tersebut, Mira pun menjadi semakin bersemangat. “Bu, bukannya itu keong?” Hana melirik kantong plastik bening yang berisi keong bumbu kuning. “Nanti Hana mau ya, Bu.” Hana terlihat begitu bersemangat. “Kalau Kakak gimana? Masih takut makan keong?” Arka hanya menggeleng pelan. Meski ia tak benci pada keong, tetapi rasa sakit saat keracunan masih membekas di kepalanya.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai kungkungan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status