Ifat
Terlebih dulu menghirup nafas ia mulai menyanyi.
Oh, tidak, ia ingin berkata-kata.
“Malam ini..,” Suaranya bergetar.
“Saya tidak ingin menyanyi untuk memenangi audisi..,”
“Karena.. saya hanya ingin menyanyi untuk seseorang..,”
“Seseorang yang darahnya adalah darahku.., nafasnya adalah nafasku.., nada dan lagunya adalah nada dan laguku..,”
Airmata Johan jatuh! Tapi wajahnya tabah. Ia menyeka airmatanya itu dengan sebelah tangan, lalu kembali meneruskan kalimatnya.
Hot Chapters