Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Suara Mahendra yang berat, serak, dan penuh tawa arogan langsung menyembur keluar dari ponsel itu, terdengar jelas di keheningan area parkir.
"Halo, Harris! Gimana? Hahaha! Si bocah ingusan itu sudah nangis-nangis di sel belum?"
Arka tetap diam, wajahnya tanpa ekspresi, hanya menatap Harris lekat-lekat.
Harris memejamkan mata sejenak, menahan emosi yang meledak karena merasa dijebak oleh penelepon di seberang sana. Dia mendekatkan ponsel ke mulutnya.