Demi Anak Angkat, Aku Dikorbankan
Namun meski kesepuluh jariku berdarah dan terluka, tetap tidak berhasil.
Dalam keputusasaan, aku membiarkan kegelapan melahapku. Samar-samar aku seperti mendengar suara Wisha.
"Sasha, bukannya di dalam sangat dingin? Biar aku bantu membuatmu merasa hangat."
Tak lama kemudian, aku sadar AC di gudang telah diubah ke mode panas.
Sekarang sedang musim kemarau. Gudang itu sangat sempit dan pengap, sekarang suhu di dalamnya makin naik, dan tak lama kemudian aku pun merasa sesak dan tersiksa.