Magang Jadi Istri CEO
"Apa gue kelewat baper sama dia? Duh, jangan-jangan … jangan-jangan gue cuma dikasih perhatian pas butuh doang terus sekarang udah nggak penting lagi jadi ditinggalin! Masa Cuma gara-gara salah ngomong aja sampe segininya sih? Emang segitu nyakitinnya ya?”
Kepalaku kubenamkan di antara kedua lutut, sementara napas makin terasa berat. Playlist masih muter lagu galau dari Tulus ke Pamungkas, lalu pindah ke Hindia, lalu balik ke Nadin. Semua liriknya kayak nyindir hidupku malam ini.
"Astagaaa. Ini kayak soft-launching heartbreak tapi nggak ada announcement apapun, nggak ada klarifikasi sedikitpun, mana nggak ada pamit lagi."
الفصول الرائجة