Mantanku Minta Aku Jangan Tinggalkan Dia
Darah menetes dari mulutnya setiap kali dia berbicara, “Sayang, aku tahu kamu paling sayang sama aku! Ayo kita pulang, kita menikah ....”
Jika bukan karena kakiku masih sakit, aku sebenarnya ingin sekali menendang Rehan.
Aku berkata dengan dingin, “Orang sepertimu nggak pantas untuk dibunuh oleh Timo. Rehan, kamu nggak ada hak untuk setuju atau nggak tentang perpisahan kita, karena kita nggak pernah pacaran resmi! Jadi nggak ada yang namanya putus!”
“Dan satu hal lagi, aku nggak cinta kamu. Aku akan segera menikah dan memulai hidup baru, jadi jangan lagi muncul di hadapanku, itu hanya akan membawa sial,” lanjutku.
Bab Populer