Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerembap dalam Pelarian

Terjerembap dalam Pelarian

Bercerai dan menikah lagi, aku sudah lupa berapa kali aku dan Rangga rujuk dalam pernikahan. Dia pernah memperlakukanku seperti sesuatu yang berharga, tetapi kurang dari setahun setelah pernikahan kami, dia mengajukan perceraian pertama kami. Alasannya sederhana, Sarah akan kembali. “Sarah itu seorang tokoh publik,” katanya padaku. “Aku tak ingin ada yang mengira dia terlibat dengan pria beristri.” Selebritas tingkat rendah itu tidak punya apa pun kecuali pengorbanan ayahnya. Ayahnya dulu rela mati demi Rangga, halangi peluru demi dia, nyawa ganti nyawa. Dan karena itu, Rangga merasa berutang segalanya padanya. Setiap kali Sarah kembali ke negara ini, Rangga menceraikanku. Dan setiap kali Sarah pergi, kami menikah lagi. Pertama kali kami berpisah, aku menenggelamkan air mataku dalam wiski dan terhuyung-huyung kembali ke rumahnya dalam keadaan setengah mabuk. Lampu di dalam terasa hangat, Rangga bersamanya. Sementara aku berdiri di luar, menggigil sepanjang malam. Kali kedua, aku mengikuti setiap gerak-geriknya—restoran, lelang, acara amal—hanya untuk ‘tak sengaja’ ketemu dengannya lagi. Kemudian, aku belajar lebih baik. Saat dia menyebut kata cerai, aku akan diam-diam mengepak koperku dan menghilang dari rumahnya. Cinta dan penghinaan telah membuatku terjebak dalam siklus putus-nyambung dengannya yang tiada habisnya. Namun kali ini, ketika Rangga menungguku di Kantor Catatan Sipil untuk menikah lagi, aku tak pernah muncul...
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Udara di rumah mode kelas atas Paris itu berbau uang dan ketakutan. Aku telah menunggu enam bulan untuk gaun pengantinku. Sekarang, gaun itu justru tersampir di pundak Selena Rosion, seorang influencer yang sedang viral dan juga adik angkat tunanganku yang seorang mafia, Vicky Delano. Manajer rumah mode itu berkeringat dingin, matanya melirik gelisah antara aku dan pria yang sedang bersantai di sofa beludru. Vicky berdiri. Dia menyesuaikan lipatan ekor gaun bertabur berlian pada Selena dengan gerakan tangan yang santai. “Acara perdananya minggu depan, dia membutuhkan gaun yang menonjol dan menarik perhatian. Dia akan meminjamnya. Kau pilih saja sesuatu dari etalase dan jangan buat onar.” Nada suaranya datar dan tegas. Di bawah lampu gantung kristal, Selena mengagumi dirinya sendiri di depan cermin panjang, senyum kemenangan tersungging di bibirnya. Aku melihat bayanganku sendiri di cermin yang sama, mengenakan celana denim dan mantel yang basah kuyup. Aku tampak seperti turis yang tersesat. Tiba-tiba, seluruh rencana yang kususun selama setahun terakhir terasa seperti lelucon yang menyakitkan. Aku tidak berteriak, hanya merasa kedinginan. Mati rasa. Aku pun melepaskan cincin pertunangan dengan berlian lima karat dari jariku. Cincin itu membentur meja kopi kaca dengan bunyi klik yang tajam. “Kau benar, Vicky. Aku memang tidak butuh gaun pengantin ini. Pernikahan ini … aku juga tidak membutuhkannya.”
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
Diriku Seutuhnya

Diriku Seutuhnya

Di malam peringatan sembilan tahun pernikahan kami, suamiku yang bernama Felix Tosa, pria yang di siang hari menguasai keluarga mafia dan di malam hari menguasai hatiku, tidak memberiku setangkai mawar pun. Dia malah memberikannya pada Celine, asisten pribadinya. Di bawah lampu gantung tempat kami pernah berdansa saat baru menikah, dia menoleh padaku dengan pesona dingin yang dulu pernah membisikkan kata cinta di telingaku. “Dia hamil,” katanya, seolah itu sudah cukup sebagai penjelasan. “Dan dia sangat pilih-pilih soal makanan. Mulai sekarang, kamu yang harus menyiapkan makanan tiga kali sehari untuknya, nggak boleh ada menu yang berulang.” “Dia juga sensitif, nggak suka tidur sendirian. Jadi, kamu harus pindah ke kamar tamu.” Ruangan itu sunyi senyap. Aku tidak berteriak, tidak juga menangis. Aku hanya mengambil koper yang sudah kubereskan, lalu berjalan menuju pintu. Kepala pelayan mencoba menahanku, tapi Felix bahkan tak berkedip sedikit pun. “Dia pasti balik lagi,” katanya malas, sambil menggoyangkan gelas anggur. “Dalam waktu tiga hari, dia akan menangis dan memohon padaku.” Tamu-tamu pun tertawa terbahak-bahak. Mereka bertaruh satu juta dolar di depan mataku. Bertaruh bahwa aku bahkan tak akan sanggup melewati malam ini dan akan kembali memohon seperti anjing jalanan yang kehilangan harga diri, memohon agar Felix membiarkanku masuk ke rumah. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku sudah menerima lambang keluarga dari ayah kandungku yang sebenarnya dan tiket pesawat pun sudah kupesan. Kali ini, aku benar-benar akan pergi.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
The CEO's First Class Destiny

The CEO's First Class Destiny

Elena Adiningrat adalah definisi dari keanggunan old money. Namun, dalam satu malam, dunianya yang berporos pada galeri seni dan pesta eksklusif runtuh ketika kerajaan bisnis ayahnya dinyatakan bangkrut. Dengan sisa martabat yang ia miliki, Elena memutuskan untuk terbang ke Paris menggunakan tiket First Class terakhirnya—sebuah pelarian mewah untuk meratapi hidupnya sebelum ia harus menghadapi kenyataan pahit. Di kursi 1A, ia bertemu dengan Aiden Valerick, CEO dari Valerick Group yang dikenal sebagai pria berhati baja dengan selera yang sangat mahal. Aiden membenci gangguan, terutama dari wanita yang tampak rapuh. Namun, selama belasan jam di atas awan, dalam ruang privat yang intim dan mewah, percakapan intelektual serta ketegangan yang tak terjelaskan mulai meruntuhkan dinding es di antara mereka. Bagi Aiden, Elena adalah teka-teki estetika yang sempurna. Bagi Elena, Aiden adalah predator bisnis yang akan melahap apa pun yang tersisa dari keluarganya. Takdir membawa mereka lebih jauh dari sekadar teman satu penerbangan. Sekembalinya mereka ke daratan, Aiden menawarkan sebuah kesepakatan: Elena harus menjadi kurator seni pribadinya untuk memulihkan citra perusahaan—sekaligus menjadi tunangan sandiwara untuk memadamkan pemberontakan di dewan direksi. Dari gemerlap lampu penthouse di Jakarta hingga lantai dansa di Monaco, Elena dan Aiden terjebak dalam permainan kekuasaan yang elegan. Di balik balutan gaun sutra pesanan khusus dan jam tangan bernilai miliaran, ada rahasia masa lalu dan pengkhianatan yang mengintai. Di dunia High Society yang kejam, mereka harus memilih: mempertahankan takhta masing-masing atau menyerah pada takdir yang telah mempertemukan mereka di kelas utama.
364 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

Jari-jari Elena Wijaya diciptakan untuk menari di atas tuts piano, menciptakan melodi yang indah dan menenangkan. Namun, takdir memaksanya memainkan lagu kematian di dalam sangkar emas milik seorang monster. Damian Kael, sang penguasa dunia bawah yang dijuluki "The Devil", tidak menginginkan uang sebagai pelunas utang ayah Elena. Ia menginginkan Elena. Seutuhnya. Tubuhnya, napasnya, hingga jiwanya. Terjebak di sebuah mansion mewah yang terisolasi, Elena harus bertahan hidup di antara kegelapan yang menyelimuti Damian. Namun, semakin keras ia mencoba lari, semakin erat jerat obsesi Damian melilitnya. Ketika rasa takut perlahan berubah menjadi ketergantungan yang menyakitkan, Elena dihadapkan pada satu pertanyaan mematikan: Apakah ia bisa menyelamatkan diri tanpa kehilangan hatinya pada sang Iblis?
10608 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
597 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
Terjebak di Dimensi Lain

Terjebak di Dimensi Lain

Nabila
Jendela rumahku gemetar oleh kekuatan guntur yang bergemuruh di langit. Petir menyambar di kejauhan, menerangi malam. Dalam momen kecil itu, beberapa detik cahaya yang membutakan mata menampilkan sosok pria yang berdiri di luar jendelaku. Memperhatikanku. Selalu memperhatikanku. Aku menjalani rutinitas, seperti yang selalu kulakukan. Jantungku berdegup kencang dan berdetak tidak teratur, napasku menjadi dangkal, dan tangan-tanganku menjadi lembab. Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia selalu menimbulkan reaksi yang sama dariku. Ketakutan, Dan kegembiraan. Aku tidak tahu mengapa hal itu membuatku merasa gembira. Ada yang salah dengan diriku. Tidak normal bagi panas cairan untuk mengalir dalam pembuluh darahku, meninggalkan sensasi terbakar di belakangnya. Tidak biasa bagi pikiranku untuk mulai merenung tentang hal-hal yang seharusnya tidak aku pikirkan. Apakah dia bisa melihatku sekarang? Mengenakan hanya atasan tipis, puting susuku menonjol melalui kain? Atau celana pendek yang kupakai yang hampir tidak menutupi pantatku? Apakah dia suka pemandangan ini? Tentu saja dia suka. Itulah mengapa dia memperhatikanku, bukan begitu? Itulah mengapa dia kembali setiap malam, semakin berani dengan tatapannya sementara aku diam-diam menantangnya. Berharap dia mendekat, sehingga aku punya alasan untuk menempelkan pisau ke lehernya. Sejujurnya, aku takut padanya. Sungguh takut. Tapi pria yang berdiri di luar jendelaku membuatku merasa seolah-olah aku duduk di dalam ruangan gelap, satu lampu menyala dari televisi di mana film horor diputar di layar. Itu sangat menakutkan, dan yang aku inginkan hanyalah bersembunyi, tetapi ada bagian dari diriku yang membuatku tetap diam, membuka diri pada ketakutan. Menemukan sensasi kecil dari situ. Sekarang kembali gelap, dan petir menyambar di daerah yang lebih jauh.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih

Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih

Saat aku membuka mata, adik perempuanku, Serena Susanto, sedang berlutut di depanku sambil terisak. Sebilah pisau buah menempel di dekat pergelangan tangannya. "Nora, aku bersumpah aku nggak sengaja. Aku terlalu banyak minum. Aku bahkan nggak tahu gimana aku dan Lucas bisa ...." Aku nyaris tertawa. Karena aku pernah melihat kejadian ini sebelumnya. Di kehidupanku yang lalu, Serena menangis seperti korban setelah tidur dengan tunanganku, Lucas Ardana. Semua orang menghiburnya. Lucas menikahinya demi menyelamatkan reputasinya. Sedangkan aku dipaksa untuk menikah dengan Graham Baskara, tunangan Serena yang telah dia tinggalkan. Sebelum pernikahan, Lucas menunjukkan namaku yang ditato di pergelangan tangannya dan berjanji kalau dia hanya akan mencintaiku. Aku memercayainya. Aku menyia-nyiakan lima tahun hidupku di sisi seorang suami yang menginginkan saudara perempuanku, sambil menunggu seorang pria yang telah menikahinya. Kemudian, Serena meninggal. Aku pikir Lucas akhirnya akan kembali kepadaku. Namun, aku menemukannya di rumah duka, sedang memeluk foto Serena seolah-olah dia baru kehilangan cinta sejatinya. "Dia istriku," katanya kepadaku. "Lupakan saja, Nora." Di pesta ulang tahunku, Lucas dan Graham bertengkar di atap gedung karena Serena. Yang satu telah menikahinya. Yang satu lagi tidak pernah berhenti menginginkannya. Saat mereka saling berebut dirinya, aku terdorong ke jalan raya dan tewas di bawah sorot lampu kendaraan. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke awal semuanya. Kali ini, kupikir hanya aku satu-satunya yang mengingat semuanya. Ternyata aku salah. Lucas mengingatnya. Graham juga mengingatnya. Bahkan setelah mendapatkan kesempatan kedua, mereka berdua masih memilih Serena. Kali ini, aku tidak akan ditukar, dipilih, ataupun dibuang. Kali ini, aku akan membangun sesuatu yang tidak akan pernah bisa mereka rebut dariku.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
kubalas hinaan mertua dan iparku

kubalas hinaan mertua dan iparku

Aku mempunyai suami yang pelit, mertua dan ipar yang julid. Setiap bulannya aku di beri uang belanja hanya satu juta, yang mereka ketahui itu cukup untuk semua kebutuhan rumah termasuk uang air,lampu dan wifi Mereka tidak tahu bahwa sebagian akulah yang menabahi kekurangan itu semua. Nama ku Reva, aku menikahi laki-laki kota yg bekerja di perusahaan dan jabatan sebagai meneger, dulu dia orangnya sangat baik akan tetapi setelah enam bulan menikah dan tinggal di rumah orang tuanya barulah aku melihat bagaimana iya di depan ibunya yang setiap kali ibu dan adik nya menghinaku dia selalu saja diam dan tidak membelaku sedikitpun, tapi di balik itu semua ada yang tidak ku ketahui yang sebenarnya dia slalu membelaku di belakangku. Tetapi semua yang kulakuan dan pengorbananku sedikitpun tidak di hargai oleh ibu mertuaku Aku selalu saja di hina miskin dan anak yatim piatu. Aku reva anak dari bapak Ibrahim dan ibu yasmin yang memiliki kebun sawit bergetar hektare dan sawah yang lumayan luas, reva lulusan dari luar negri S2 manajemen perkantoran, dulu reva hidup bahagia bersama ibu dan ayahnya tetapi setelah lulus kuliah dan selesai wisuda reva kembali ke kampungnya pada saat sampai di depan rumah reva menerima kenyataan pahit bawah kedua orang tua nya meninggal dunia setelah pemakaman kedua orang tuanya seminggu berlalu dia memutuskan akan membangun usaha butik di kota setelah bertahun" dia berhasil membuka cabang butik di setiap kota dan berhasil membuka 10 cabang dan di butik jakartalah reva bertemu dengan rendi dan rendi mengetahui reva bekerja di butik itu, sebenarnya reva menutupi bahwa iya ada pemilik butik tersebut iya akan memberi tahu rendi setelah merek menikah nanti dia tidak mau rendi mencintainya di karenakan iya kaya. Apakah rumah tangga reva dan rendi akan hidup bahagia dan baik-baik saja? Ikuti terus ceritanya
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Tuan Miliader

Anak Kembar Tuan Miliader

(Romance - Mystery) Ivy Anderson, wanita beranak dua yang harus mendapatkan kesialan serta takdir buruk setelah bertemu dengan Ben Clayton, CEO Clayton Group yang paling berpengaruh di New York hanya karena kesalahan kecil. Ben yang terobsesi pada Ivy menghalalkan segala cara untuk mendekati Ivy, dimulai dari menaklukan si kembar Terra dan Terry maupun menggunakan cara kotor untuk mendapatkan Ivy. Apa motif Ben yang sebenarnya? Mampukah Ivy melepaskan diri dari Ben yang terobsesi padanya? "Bertekuk lututlah padaku jika kau ingin kedua anak kesayanganmu selamat dari cengkraman ku, Miss Ivy," "Tapi mereka adalah—" "Satu saja perintah dariku dilanggar, maka bersiaplah kemungkinan buruk yang menimpa mereka berdua. Bagaimana jika kita mulai dari si little devil, Terry Anderson?"
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai lampu devil eyes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
789101112
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status