Gairah Liar Istriku
ucapnya pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh dengung mesin pendingin yang berderak di lorong.
Soraya menekan lukanya dengan tangan, menahan rasa perih yang nyata meski bukan luka mematikan. Ia berbisik, “Kamera bisa melihat kita sampai mana?”
“Di tikungan terakhir. Setelah itu, kita aman.” Pria itu mengeluarkan sebuah perangkat kecil, mirip jammer portabel, lalu menekannya. Dalam sekejap, cahaya kecil di pojok dinding—indikator kamera tersembunyi—padam. Sinyal terputus.