Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan
Wati memang belum memasang kWh, waktu itu sempat menyambung pada milik tetangga depannya, tapi karena mereka sering tidak mampu untuk membantu membeli token listrik, pada akhirnya Ijan mengambil inisiatif sendiri untuk memutuskan aliran listrik karena harus tau diri.
Mereka hanya menggunakan minyak tanah untuk lampu ublik sebagai penerangan.
Wati berjalan gontai, masuk kedalam rumahnya yang sunyi mencekam.
Tidak ada teman, tidak ada saudara, tidak ada suaminya. Mas Amir juga sudah pulang.
Dia mengambil lampu ublik dan membawanya ke kamar.
"Kok mau mati sih?" Wati mulai khawatir karena lampu ublik itu mulai mengecil. Dia menggoyangkan kaleng lampu.