Dia, Adnan.
Fathia segera merebahkan tubuhnya di sisi kiri ranjang yang masih tersedia space kosong, walaupun sejujurnya ia merasa agak canggung meskipun Adnan terlihat sudah tertidur pulas.
Ia pikir jika tubuhnya lelah, kantuk akan segera datang, nyatanya kedua kelopak matanya belum benar-benar terasa lelah, berbanding terbalik dengan tubuhnya. Pada akhirnya ia hanya bisa terdiam dengan tubuh terlentang, menatap lampu yang menggantung indah di plafon kamar. Kantuk belum tiba, dan ia tidak terbiasa dengan kondisi lampu dinyalakan saat tertidur. Namun mertuanya berpesan jika suaminya itu tidak akan pernah bisa tidur jika lampu dalam keadaan dipadamkan, kalau dipaksakan ya akan tantrum, atau mengamuk isti
Bab Populer