Tukang Pijat Tampan
“Kita mulai saja?”
Adit mengangguk, melihat hasrat di mata Larasati yang kini dipenuhi oleh tujuan yang suci. Kecanggungan mereka telah sepenuhnya lenyap, digantikan oleh keseriusan ritual.
Mereka segera berdiri di panel empat, mengambil posisi. Larasati dengan cepat membalikkan diri, dan dengan kelincahan yang baru ditemukan, mereka memosisikan diri dengan semestinya. Adit berbaring di bawah, lalu Larasati berada di atasnya.