Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PERSETAN!

PERSETAN!

Tetapi ketika aku mengajaknya pulang, Radit tetap tidak mau. “Indri, kita kan baru selesai makan,” jawabnya. “Iya, tapi ini sudah malam banget…” Sejenak Radit terdiam. “Oke, kita ke atas dulu,” katanya mengajak ke lantai atas villa. “Kita nikmati pemandangan malam yang indah di situ.” Kami lalu ke lantai atas dan duduk di teras. Luar biasa view kota Malang yang gemerlap nun jauh di bawah sana.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as latar atau setting
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Arthur menjentikkan jarinya. "...ini adalah panggungku. Dan aku yang mengatur setting-nya." Arthur menggerakkan tangannya di udara seolah sedang melukis. [COMMAND: ENVIRONMENT OVERLAY - VOLCANIC_FLOOR.EXE] Lantai marmer ballroom yang mewah itu beriak. Teksturnya berubah. Warnanya berubah merah membara. Panas yang menyengat langsung terasa. Lantai itu berubah menjadi Lava.
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as latar atau setting
Read
+Library
Divine Power

Divine Power

Daren, Lira, dan Arka merasa tubuh mereka ditarik ke dalam kegelapan, seolah mereka terseret ke dalam lubang yang tak berujung. Saat mereka membuka mata, mereka berada di tempat yang sama sekali berbeda. Tanah yang keras dan langit gelap masih ada, tetapi kali ini, mereka berada di dalam sebuah ruangan besar yang tampak seperti ruangan kuno—terdapat dinding yang dihiasi dengan cermin-cermin besar yang berserakan di seluruh ruangan. Di tengah-tengah ruangan, sebuah altar hitam berdiri tegak, dihiasi dengan simbol-simbol yang tampaknya hidup, bergerak dan berubah setiap kali mereka menatapnya. “Tempat ini…” Lira berbisik, matanya terbuka lebar dengan kecemasan. “Seperti cermin jiwa. Setiap cer
1.6K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as latar atau setting
Read
+Library
Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Beberapa orang di meja mengangguk. Salah satu staf mengangkat tangan. “Kalau terlalu kalem, takutnya kurang catchy.” Jihoon tersenyum tipis. “Makanya lagunya harus kuat.” Suho hanya melirik layar, tetap diam. Slide berikutnya muncul. “Setting-nya academy modern,” lanjut Jihoon. “Koridor panjang, cahaya dari jendela. Chorus di rooftop.”
616 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as latar atau setting
Read
+Library
DOKTER SETAN

DOKTER SETAN

Intan mengikutinya tanpa ragu. Mereka tidak muncul di ruangan yang sama. Radit terdampar di kota yang tak dikenalnya. Langitnya berwarna merah tua, jalanannya hening, dan setiap layar di sekitarnya menampilkan wajahnya. Tapi bukan ia—melainkan ‘versi’ yang selalu tersenyum. Mata kosong. Terprogram. Tiba-tiba layar-layar itu berkata serempak, “Selamat datang di Lapisan Ketujuh.”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as latar atau setting
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Ayu dan Tirta terdiam, wajah mereka pucat. "Tidak," Ayu melangkah maju. "Pasti ada cara lain." "Tidak ada," Laras menggeleng sedih. "Itulah mengapa altar itu disebut 'tanpa gema'. Karena siapa pun yang masuk ke sana akan kehilangan gaungnya sendiri." Rakasura menatap kedua temannya. Mata Ayu berkaca-kaca, sementara Tirta tampak seperti anak kecil yang baru menyadari bahwa dunia jauh lebih kejam dari yang ia bayangkan.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as latar atau setting
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Ini adalah medan perang, dan setiap koki adalah gladiator yang siap bertarung hingga tetes saus terakhir. Bagi Radit, tempat ini terasa seperti planet lain. Ia, yang terbiasa dengan panasnya wajan di bawah tenda terpal, kini berdiri di lobi yang lantainya begitu mengilap hingga ia bisa melihat bayangan wajahnya yang pucat. “Selamat datang di neraka,” desis Luna di sampingnya, matanya yang tajam memindai kerumunan dengan kewaspadaan seekor elang.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as latar atau setting
Read
+Library
Hati liar sang Alpha

Hati liar sang Alpha

Selamat membaca. AUUUUU Malam tiba dengan sangat cepat, langit berubah. Bukan dengan cara yang langsung terlihat, kali ini tidak ada petir ataupun suara. Namun semua orang di Lunaris merasakannya. Tekanan. Seperti sesuatu yang sangat besar, perlahan mendekat. *** Elara berdiri di luar, menatap ke atas. Retakan itu, lebih jelas sekarang. Seperti garis tipis yang membelah langit menjadi dua dunia.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 39 Times as latar atau setting
Read
+Library
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Pukul 19.30 malam berikutnya, apartemen terasa lebih sesak dari biasanya. Lampu merah temaram sudah dinyalakan lagi, karpet digelar luas, dan sofa disusun melingkar. Kara berdiri di tengah ruangan, hanya memakai lingerie hitam tipis yang hampir transparan. Bukit kembarnya terdorong naik, puncaknya terlihat jelas melalui renda. Ia tersenyum penuh kuasa.
9.8121.6K viewsCompletedAdded to Library 4.9K Times as latar atau setting
Read
+Library
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

"... maka kita lihat siapa yang lebih lapar. Dia yang di atas ... atau aku yang di bawah." Sementara itu, di Paviliun Terlarang milik Darius. Suasana di kamar mewah itu sunyi, namun udaranya tegang. Larasmaya duduk di sudut ruangan, lututnya ditekuk ke dada. Matanya bengkak, namun tatapannya kosong menatap jendela yang dipalang besi. Di luar, malam telah turun. Dari tempatnya duduk, ia bisa melihat puncak Pagoda Emas yang bersinar samar di kejauhan.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as latar atau setting
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status