Dimanjakan Lima Suami Binatang yang Menggoda
Aroma amis laut dan asap terbakar perlahan-lahan tersamarkan oleh wangi bunga melati hutan yang mekar di sekitar paviliun Ratu, seolah alam sendiri sedang berusaha menyembuhkan luka-luka yang tertinggal pada tanah tersebut.
Lin Xiao duduk bersandar di kursi malas yang terbuat dari kayu cendana kuno di balkon utama, tubuhnya diselimuti jubah bulu putih yang lembut. Ia menatap ke arah samudra yang kini tampak seperti hamparan permata biru yang tenang, jauh berbeda dari monster yang mencoba menelannya beberapa waktu lalu. Namun, di tengah ketenangan itu, sebuah sensasi aneh muncul dari dalam dirinya.